<< January 2012 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




rss feed



Thursday, September 28, 2006
Tanda-tanda kecintaan Alloh

 

 

Tanda-tanda kecintaan Allah SWT kepada hambaNya

 

Ada beberapa pertanda yang apabila terdapat dalam diri seorang hamba atau hamba yang bersangkutan merasakannya, maka hal itu menunjukkan bahwa Allah mencintainya.

 

1. Pengaturan Allah yang baik kepadanya.

Dia telah mendidiknya sejak kecil dengan tatanan yang terbaik. Allah telah menetapkan iman dalam kalbunya dan memberikan penerangan pada akalnya sehingga dia berhak mendapat kecintaan dari Nya dan memprioritaskannya hanya untuk beribadah kepadaNya. Dia menyibukan lisannya dengan berdzikir kepadaNya dan menyibukkan seluruh anggota tubuhnya dengan amal ketaatan serta selalu mengikuti semua yang mendekatkan dirinya kepada Allah. Allah menjadikannya bersikap antipati dengan segala sesuatu yang menjauhkan dirinya dari Allah. Allah akan memberikan pertolongan kepada hamba yang dicintaiNya ini dengan memudahkan segala urusan tanpa merendahkan dirinya kepada makhluk.

 

2. Menjadikan orang yang dicintainya dapat diterima di kalangan penduduk bumi.

Abu Hurairah ra menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah apabila mencintai seorang hamba, maka Dia memanggil Jibril dan berfirman, "Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan, maka cintailah dia!", maka Jibril pun mencintainya, kemudian berseru di langit (kepada penghuninya) seraya mengatakan, "Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia oleh kalian." maka semua penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkanlah kecintaan kepadanya di kalangan penduduk bumi. Sebaliknya, apabila Allah membenci seorang hamba. Dia memanggil Jibril, lalu berfirman: "Sesungguhnya Aku membenci si Fulan, maka bencilah dia!". Jibril pun membencinya, kemudian Jibril berseru di kalangan penduduk langit, "Sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah dia oleh kalian." maka mereka pun membencinya kemudian diletakkanlah kebencian terhadapnya di muka bumi." (HR Bukhari dan Muslim)

 

3. Allah menimpakan cobaan kepadanya.

Anas ra telah mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya besar pahala mengikuti pada besarnya cobaan. Sesungguhnya Allah apabila mencintai suatu kaum, pasti Dia menimpakan cobaan Nya kepada mereka. Barangsiapa yang ridha, dia akan mendapat keridhaanNya dan barang siapa yang marah, maka dia akan mendapat murka-Nya."

Allah menimpakan cobaan kepada mereka dengan berbagai macam ujian hingga membersihkan mereka dari dosa-dosa.

"Dan sesunguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu; dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (QS Muhammad (47): 31)

Cobaan akan ditimpakan oleh Allah kepada seorang hamba sesuai dengan kadar keimanan dan kecintaanya kepada Allah, sebagaimana yang dipertanyakan Sa'ad bin Abu Waqqash ra, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya? Rasulullah SAW menjawab, "Para nabi, kemudian orang-orang yang dibawahnya lagi. Seorang hamba akan diuji sesuai dengan kemampuan agamanya, apabila agamanya kuat, maka cobaannya kuat pula, dan jika dalam agamanya terdapat kerapuhan, maka dia mendapat cobaan sesuai dengan kemampuan agamanya. Cobaan tiada hentinya akan mendera seorang hamba hingga membiarkannya berjalan di muka bumi, sedang dia tidak mempunyai suatu dosa pun." (HR Tirmidzi dinilai shahih oleh Al Albani).

 

4. Meninggal dunia dalam keadaan sedang mengerjakan amal shalih, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits: Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah apabila menyukai seorang hamba, Dia akan membuatnya seperti madu. Para sahabat bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan membuatnya seperti madu?" Beliau menjawab, "Memberinya taufiq untuk mengerjakan amal shalih sebelum ajal datang menjemputnya hingga semua tetangga dan orang-orang yang ada disekitarnya ridha kepadanya." (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Hakim, dinilai shahih oleh Al-Albani)

 

Mahabbah (cinta) adalah suatu kedudukan yang didalamnya

bersaing banyak orang untuk memperebutkannya

Hanya tertuju kepadanyalah orang-orang yang beramal

memusatkan perhatian mereka

Demi untuk meraih ilmu mengenainya

orang-orang yang paling terdahulu

menyingsingkan lengan bajunya

Dan oleh karenanyalah,

orang-orang yang dimabuk cinta melupakan segalanya

Dan berkat keharuman hembusannya,

orang-orang ahli ibadah bersemangat

dalam mengerjakan ibadahnya

Mahabbah (cinta) adalah konsumsi kalbu manusia,

santapan ruhani mereka, kesejukan hati mereka,

kesenangan jiwa mereka, cahaya akal,

dan kesejahteraan batinnya

Dan mahabbah (cinta) adalah tujuan semua cita-cita

kesudahan semua harapan

jiwa kehidupan, dan kehidupan jiwa

 

(Sumber: Silsilah Amalan Hati (3): Tafakur, Mahabbah, Taqwa, Wara'; Muhammad bin Shalih Al Munajjid, IBS, 2005)

 

 


Posted at 09:21 am by masdar
Make a comment  

Wednesday, September 20, 2006
tujuh

 

 

Ngerjain PR  Serba 7

 

7 things that scares me:

1.        Melangar Perintah Allah

2.        bikin sakit hati orang tua

3.        takut gak bisa masuk surga

4.        neraka

5.        takut sama orang lebih tua

6.        takut bikin orang lain kecewa

7.        gak bisa nepati janji makanya gak mudah berjanji


7 random songs at the moment:

1.        Astaghfirulloh.. AA Gym

2.        lukisan alam 

3.        jagalah hati

4.        wanita sholehah  the Fikr..

5.        ibu… iwan Fals

6.        Abbabil .. raihan

7.        "Sweet Child of  Mine " Guns and Roses

 

 

7 things that I like the most (random) :

1.  nyantai dirumah sambil nonton tv (maklum seharian sibuk melulu diluar)

2.  nyantai dirumah sambil baca buku

3.  sepak bola sampai  capek bener

4.  nyantai/picnic ma keluarga dan saudara2

5.  chating, browsing, bloging of course

6.  sms an

7.  working

 

7 random facts about me:

1.        senang cari sahabat

2.        agak pendiam (kata orang seh)

3.        ramah

4.        mudah akrab ma anak2 kecil yg lucu2

5.        mudah smile…seklian sedekah n tambh sahabat loh n dah terbukti

6.        cuek..klo awal ketemu sih..

7.        silahkan anda menilai sendiri

 


Posted at 11:59 am by masdar
Make a comment  

Monday, May 22, 2006
Sedikit untuk direnungkan

BERSEDEKAH DI WAKTU LAPANG MAUPUN

DI WAKTU SEMPIT

 

Firman Allah swt. dalam Surat Ali-Imran: 133-136.

"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yag menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik... Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah sebaik-baik pahala orang yang beramal."

Anjuran dari Allah swt ini bermakna, bahwa dalam kondisi sesulit apapun, manusia masih bisa memberikan sesuatu di jalan Allah. Meski cuma sedikit, yang terpenting adalah pemberian itu diberikan dengan keikhlasan dan hanya mengharap ridho ilahi. Namun terkadang, kita sangat sulit memberikan sedikit apa yang kita punya dalam kondisi lapang, apalagi dalam kondisi sempit dengan berbagai pertimbangan.
Pernahkah kita mengalami pada suatu saat dimintai sumbangan untuk keperluan umat, dan pada saat itu kita hanya memberikan uang ala kadarnya, yang penting sudah nyumbang. Padahal uang yang dikeluarkan untuk sedekah itu tidak seberapa jumlahnya dibandingkan uang yang kita keluarkan untuk hura-hura, kumpul dengan teman makan di restoran, beli baju mewah, beli sepatu bermerk dari luar negeri, beli HP termahal dan termodern. Pernahkan kita merenungkan hal ini? Betapa beratnya kita mengeluarkan uang banyak untuk bersedekah dan betapa ringannya kita menghambur-hamburkan uang hanya untuk hal-hal yang sifatnya komsumtif dan duniawi. Padahal harta kita sesungguhnya adalah sedekah dan amal jariyah kita. Bagaimana nanti akan mempertanggungjawabkan harta titipan Alloh ini di akherat kelak. (Astaghfirullohal Adziim 3x... Ya Alloh semoga hamba tidak termasuk dalam gol orang2 yang merugi di akherat nanti).

 

Padahal anjuran dan perintah Allah swt berinfaq pada waktu lapang tujuannya untuk menghilangkan perasaan sombong, serakah dan cinta yang berlebihan terhadap harta. Sedangkan bersedekah di waktu sulit dianjurkan agar sifat manusia yang lebih suka diberi dari pada memberi bisa berubah menjadi suka memberi daripada diberi. Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.

 

Rasulullah saw pun mengingatkan kita untuk jangan segan bersedekah, meski hanya dengan sebutir kurma. "Jauhkanlah dirimu dari api neraka walaupun dengan (bersedekah) sebutir kurma." (HR Muttafaq alaih).

 

Betapa sedih dan pilunya hati ini merasakan penderitaan saudara2  yang tertindas, teraniaya, kelaparan dan tertimpa bencana. Sekedar mengingatkan diri sendiri dan saudara2ku sesama moslem. Untuk tidak segan2 membelanjakan harta kita untuk membantu saudara2 kita yg sedang di Uji Alloh SWT. Mari kita tunjukkan bahwa Islam itu betul2 nikmatan lil Alamin. Tunjukkin donk...... bahwa akhlak muslim sungguh mulia. Semoga kita menjadi umat yang senantiasa selalu ingat bersedekah baik dalam kondisi lapang maupun sulit. Jikapun kita sudah tidak memiliki apapun untuk diberikan, bersedekahlah dengan doa. Sesungguhnya Allah swt senantiasa memberi kemudahan bagi kita untuk beramal shalih dengan keikhlasan dan hanya berharap ridho darinya.(Doaku untuk saudara-saudaraku yang sedang diuji Allah swt, semoga semua ujian ini makin mempertebal keimanan kita padaNya dan ingatlah bahwa Alloh tidak akan menguji hamba2NYA melebihi kemampuan hamba NYA).

 

 

 

 


Posted at 01:48 pm by masdar
Make a comment  

Monday, April 24, 2006
ku tak bisa... jauh2 ... dari MU

 

 

ku tak bisa jauh... dari MU....

 

Diakui ato tidak memang ku tak bisa jauh dari MU.... TUHAN....

ya udah itu aja... aku tidak pandai ngungkapin perasaan lewat tulisan ato kata2.

yg aku bisa hanya lah ungkapan.  ku tak bisa jauh... jauh.... dari MU... TUHAN ku.

Ampunkanlah sombong dan khilafku selama ini.

 


Posted at 02:45 pm by masdar
Make a comment  

Wednesday, April 19, 2006
Taubat

TAUBAT

 

"Dan bersegaralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi... " (QS Al Imran : 133)

 

Beberapa tingkatan Orang yang Bertaubat

1. Taubat Orang Awam

Orang yang awam bertaubat hanya untuk dosa-dosa besar seperti zina, membunuh, dan mencuri sementara dia tetap melakukan dosa-dosa kecil yang lebih halus. Dia hanya  melihat kepada dosa-dosa besarnya dan meremehkan dosa-dosa yang dianggap kecil.

2. Taubat Orang Khusus

Orang ini sudah bertaubat dari dosa-dosa kecil yang lebih halus. Dia bertaubat atas kedengkian kepada temannya, atau ketika dia merasa hebat karena memiliki kedudukan dan jabatan. Tatkala dia shalat tahajud sendirian dan tidak mau membangunkan orang lain karena ingin shaleh sendirian, maka dia bertaubat setelah menyadarinya.

3. Taubat orang khusus bil khusus

Orang ini bertaubat bukan karena telah berbuat maksiat tetapi karena lalai mengingat Allah. Walaupun dia sudah sholat dengan baik dan berjamaah, tapi dia tetap bertaubat karena tidak melaksanakannya awal waktu. Begitupun dia merasa sedih tatkala tidak sempat sholat sunnat. Dia menyesal karena tidak memberikan yang terbaik dalam beramal. Dia bertaubat sebab tidak menyempurnakan ladang amal yang sudah disediakan oleh Allah karena tidak mempersembahkan yang terbaik bagi PenciptaNya

 

Cara Bertaubat

1. Menyesal

Adanya penyesalan setelah melumuri diri dengan dosa dan kenistaan, adanya penyesalan sesudah berbicara kotor, penyesalan ketika mata melihat kemaksiatan, penyesalan ketika menyakiti orang lain, menunjukkan adanya gejala-gejala taubatan nasuha ( taubat yang sunggh-sungguh). Karena orang yang tidak menyesal tidak termasuk bertaubat. Orang yang bangga dengan dosa-dosa yang pernah dilakukannya menunjukkan dia belum sungguh-sungguh bertaubat. Sebaliknya deraian aior mata dan menggigilnya perasaan, merupakan ekspresi dari penyesalan yang mendalam.

2. Minta ampun kepada Allah

Minta ampun kepada Allah bisa dilakukan dengan istighfar. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Adam dan Siti Hawa setelah mereka diusir dari surga akibat kesalahan yang telah dilakukan.

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (QS Al a'raf : 23)

Atau beristighfar sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Yunus, ketika berada di dalam perut ikan di dasar laut pada kegelapan malam. Nabi Ynus meningglakan perintah untuk terus berdakwah kepada kaumnya. Dia menyeru kepada Allah Tuhan Yang maha Mendengar, "Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."

Tuhan pun kemudian mendengarkan doanya, menyelamatkannya dari kedukaan.

Meminta ampun kepada Allah memang harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dar hati yang paling dalam. Inilah aslah satu tanda orang yang sungguh-sungguh dalam taubatnya.

3. Gigih untuk tidak mengulangi

setelah kita merasa menyesal, kemudian memohon ampunan dengan penuh kesungguhan maka langkah selanjutnya yaitu tidak mengulangi lagi perbuatan dosa. Jangkan melakukannya, berpikir ke arah sana saja tidak boleh.

 

Ciri Taubat yang diterima

Taubat nasuha adalah sebuah bentuk permohonan dari seorang manusia kepada Tuhannya. Dengan harapan Tuhan akan berkenan mengampuni segenap kesalahannya, sebagimana layaknya sebuah permohonan, taubat pun dapat diterima dapat pula sebalknya. Bagaimana ciri-ciri dari taubat yang diterima? Menurut Imam al Ghazali dalam kitabnya Muqasysyafatul qulub, ada beberapa ciri yang menunjukkan taubat seseorang diterima yaitu:

  1. Orangnya kelihatan lebih bersih dan lebih suci dari perbuatan maksiat dan lebih bisa menahan diri. Dia seolah-olah mempunyai rem pakem yang akan membuat diriya terhalang dari berbuat dosa.
  2. harinya selalu lapang  dan gembira dalam keadaan sendiri maupu ramai. Hatinya sudah dihibur oleh allah sehingga menjadi jernih dan lapang.
  3. dia selalu bergaul dengan  orang baik dan mencari lingkungan yang baik pula. Orang yang sudah bertaubat tetapi kembali ke lingkungan yang tidak baik berarti dia belum sungguh-sungguh taubatnya., kecuali kalau niatnya adalah untuk mengubah lingkungan itu. Mencari lingkungan yang baik adalah salah satu bagian yang akan membuat kita terpelihara.
  4. kualitas amalnya jadi meningkat. Dia serius sekali menata amal-amalnya selain dia menahan diri dari perbuatan maksiat, kualitassholatnya juga semakin bagus, shaumnya istiqamah, malam-malamnya dia hidupkan dengan tahajud. Kualitas amalnya nbergera ke arah yang lebih baik. Inilah gejala orang yang taubatnya diterima.
  5. dia senantiasa menjaga lidahnya. Dia memiliki kualitas pengendalianlisan dan fikiran. Ingatan nya kepada Allah semakin maksimal sehingga cinta dab kerinduannya kepada Allah semakin menggebu.

 

Jadi alau saat ini kita masih senang melakukan maksiat, hati terus gelisah terhadap urusan dunia, lalu tidak memilih pergaulan yang terpelihara, jarang mengingat Allah dan kualitas amalnya merosot, mulut kita terus bunyi walaupun tidak diperlukan bahkan sering menyakiti, itu bisa jadi taubat kita sekedar taubat "sambal" artinya kita menyesal namun hanya sekedar penyesalan yang emosional, belum sampai takut kepada allah.

 

Alangkah indahnya jika ditengah lautan dosa yang mengunng, Allah berkenan menerima taubat kita..namun seiring perjalanan hidup yang terus bergulir, kesempatan untuk berbuat dosa, aib dan kesalahan terus terbentang di hadapan kita. Timbulnya dosa itu tidak langsung jadi  namun ada proses terjadinya.

Kalau niat dan kesempatan ada maka terjadinya dosa sehingga dua hal ini harus ditata.

 

Lintasan hati untuk berbuat maksiat akan selalu ada pada siapa pun karena softwarenya begitu, sudah suatu kecenderungan untuk seperti itu. Al ur'an telah menyinggung hal ini dalam ayatnya yang berarti:

"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan." (QS Asy-yam :98) Oleh karena itu tugas kita adalah bagaimana mengendalikan kedua potensi itu agar berjalan pada rel yang benar.

Dibawah ini akan dipaparkan dua kita agar kita terhindar dari perbuatan maksiat, yaitu sebagai berikut:

Pertama, setiap timul lintasan untuk berbuat maksiat langsung :cut" (dipotong). Persis seperti syuting sinetron, ketika adegannya salah langsung di cut. Begitu juga dengan hati kita, ketika pikiran jahat muncul langsung cut dan buang dari pikiran kita. Ketrampilan ini bisa menjadi kunci penghalang kita dari dosa.

Kedua, jangan membuat kesempatan karaena kalau kesempatan ada, niat ada, maka akan berjumpa dalam satu titik dosa. Maka jangan lewat suatu jalan kalau di jalan itu dapat m,enimbulkan kemaksiatan. Kalau di kamar kita ada VCD player dan kita penah memutar film-film maksiat, maka langsung keluarkan VCD player itu. Kalau di kamar kita ada televisi dan kita bisa seenaknya nonton, keluarkan televisi itu kalau akan menjadi maksiat. Jika di setiap kamar kita ada telepon dan itu mempermudah sarana untuk bermaksiat, maka ada baiknya jika telepon disimpan di ruang tamu, sehingga susah menjadi jalan maksiat.

Bukan berarti tidak boleh memiliki semua fasilitas itu tetapi sarana apa pun bisa menjadi jalan kejahatan kalau tidak hati-hati . Maka segera jauhkan semua sarana yang berpeluang membuat kita bermaksiat.

Sahabat sekalian, episode demi episode kejadian memang datang dan pergi silih berganti dalam belantera kehidupan ini. Tak jarang kita mengisinya dengan dosa, aib dan kesalahan, maka marilah kita lazimkan beristifgfar. Karena dampaknya luar biasa dalam rangka bertaubat kepada Allah. Allah sendiri telah berpesan kepada kita dalam kitab sucinya yang terpelihara: "...Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadanya,. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik(terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya..." (QS Huud: 33)

 

(Sumber: Taubat oleh Abdullah Gymnasiar, Khas MQ, 2005)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Posted at 05:45 pm by masdar
Comment (1)